Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

HUMOR MAJALAH MATRA (9)

(75)
TONY, seorang pengusaha muda, baru saja buka kantor sendiri. Ia menyewa sebuah   kantor yang bagus, lengkap dengan berbagai perabot antik. Ketika sedang duduk, Tony melihat seorang pria menuju kantornya.
Agar kelihatan sibuk, sebagaimana layaknya bos, ia berlagak bernegoisasi bisnis di telepon dengan seseorang, sambil mempersilakan tamunya duduk. Beberapa waktu kemudian, Tony meletakkan gagang telepon dan bertanya," Ada apa, Pak?"
Pria itu menjawab," Saya  mau memasang  sambungan telepon!"

HUMOR MAJALAH MATRA (8)

(65)
MANDOR menanyai salah seorang buruh pabriknya," Mengapa kaupikul satu papan saja, padahal Kohler bisa mengangkat dua papan sekaligus?"
"Kohler itu pemalas, Pak. Dia tidak mau berjalan dua kali."

(66)
TONY, seorang kelasi, ditanya oleh pelaut Perancis. "Mengapa Angkatan Laut Inggris  selalu menang dalam setiap pertempuran?"
" Kami selalu berdoa sebelum berperang," jawab Tony mantap.
"Kami juga berdoa," bantah pelaut Perancis.
"Iya, tapi kan tidak semua mengerti bahasa Perancis?"

Kamis, 20 Januari 2011

HUMOR MAJALAH MATRA (7)

(56)
DUA wanita yang bertetangga tengah asyik berbincang seraya meneguk kopi.
"Mira," kata Santi,"Kamu selalu mengenakan pakaian yang bagus. Sedangkan saya, boro-boro minta uang suami untuk beli selembar baju. Apa kamu punya tehnik khusus menggaet kocek suamimu?"
"Sebetulnya, saya punya masalah yang sama dengan kamu. Tapi, suatu pagi ketika ia masih di ranjang, saya berjalan di hadapannya tanpa sehelai benang pun di badan, sambil membawa keranjang belanja. Saya katakan kepadanya, saya akan pergi ke pasar. Lalu katanya," Dengan begitu?" Saya menjawab,"Iya. Seperti ini." Saya tambahkan, bila ia menolak memberikan saya uang untuk beli baju, saya akan pergi ke pasar dengan begitu. Ia lantas mencium saya dan menyodorkan Rp 100.000,- Bagaimana kalau kau coba tehnik itu, Santi?"
Dan Santi memang mencobanya. Suatu pagi ia masuk ke kamar tidur tanda busana, dengan keranjang belanja di tangannya. Sang suami  memandangnya dan bertanya," Mau ke mana kamu?"
"Belanja ke pasar," jawab Santi.
"Hmmmm...,sebaiknya kamu bercukur dulu," gumam suaminya acuh tak acuh.

HUMOR MAJALAH MATRA (6)

(47)
SEORANG pencopet ulung akhirnya meninggal juga. Ia bersujut di hadapan Santo Petrus agar diijinkan mendapat tempat di surga. Santo Petrus mendengarkan permohonannya dengan ramah dan sabar. Tapi akhirnya kemudian dia memutuskan," Neraka sudah menjadi bagianmu, anakku...dan sebelum lupa, tolong kembalikan dulu tasbih emasku itu."

HUMOR MAJALAH MATRA (5)

(35)
SEORANG wanita mengemudi mobil di jalan sempit. Tiba-tiba jalannya dihalangi gerobak keledai. Wanita itu keluar dari mobil, lalu berjalan mendekati si petani yang berusaha menjalankan gerobaknya.
"Keberatankah  Anda bila saya coba membuat keledai ini bergerak?"tanya wanita itu.
"Tidak."
Wanita itu merogoh selangkangan keledai itu dan meremasnya. Keledai terkejut, dan melarikan diri.
"Apa yang kau lakukan?" tanya si petani.
"Saya mencubit alat vitalnya," ujar wanita itu.
Petani Irlandia itu segera menurunkan celananya, dan berkata," Sebaiknya Anda melakukan hal yang sama pada saya karena saya harus mengejar binatang itu."

Sabtu, 08 Januari 2011

HUMOR MAJALAH MATRA (4)

(25)
Nasrudin pulang ke kampungnya setelah pergi ke ibukota mencari pekerjaan.Penduduk kampung berkerumun,ingin mendengar cerita dari istana.
"Aku hanya bisa mengatakan," ujar Nasrudin," bahwa saat paling penting adalah ketika Raja berbicara padaku."
Orang-orang dengan penuh kekaguman pulang ke rumah masing-masing sambil membicarakan peristiwa penting yang  dialami Nasrudin itu. tapi ada seorang yang nampaknya kurang puas, kemudian kembali kepada Nasrudin dan bertanya," Apa yang dikatakan oleh Yang Mulia?"
"Aku sedang berada di luar istana ketika paduka keluar istana dan beliau berkata ke arahku,yang bisa didengar oleh setiap orang  : Minggir!"
Baru orang itu puas. Sekarang,dengan telinganya sendiri, didengarnya kata-kata yang biasa diucapkan oleh seorang raja.*

HUMOR MAJALAH MATRA ( 3 )

(15)
"ADA kabar baik," kata seorang penjudi kepada kawannya." Saya menemukan cara melempar dadu yang jitu, sampai-sampai kita tak akan pernah kalah!"
"Bagaimana?" tanya temannya ingin tahu.
"Kamu harus membuang dadu itu jauh-jauh."

Selasa, 04 Januari 2011

HUMOR MAJALAH MATRA ( 2 )

Hallo, Siapa di Situ?
(Art Buchwald)

(11)      ADA suatu revolusi komunikasi yang sedang berlangsung di dunia saat ini. Tehnologi baru telah memungkinkan setiap orang saling bertegur-sapa dengan apa saja, dari satelit ke telepon mobil.  Walaupun para ilmuwan telah memikirkan bagaimana orang dapat saling berhubungan satu dengan lainnya,tetapi persoalannya adalah tidak seorang pun yang tahu apakah alat-alat itu bermanfaat atau tidak. Saya sampai pada kesimpulan itu, ketika suatu hari seorang teman mengajak saya ikut ke mobilnya.
            "Untuk apa kaugunakan alat itu?" tanya saya.
            "Saya tidak dapat melakukan apa-apa tanpa ini. Lihat, hanya dengan menekan tombol ini,saya bisa menghubungi kantor."

HUMOR MAJALAH MATRA (1)

(1)       DI ruang kuliah seorang profesor sedang memarahi mahasiswanya. "Menjawab saja tak bisa, eh, ini malah ngobrol seenaknya. Sekarang, siapa di sini yang merasa dungu, berdiri!' sang profesor membentak.
           Susana pun jadi hening. Sepuluh menit...,limabelas menit...,tiba-tiba dari bangku belakang seorang mahasiswa berdiri.
          "Jadi kamu yakin betul, kamulah si dungu itu?"
         "Bukan begitu,Prof. Saya tidak tega melihat profesor berdiri sendirian."   

Apa Tumon : Jerit-Jerit Kepanasen.

JAM sewelas bengi Warti tanggaku rada adoh jerit-jerit nggegerake tangga-teparo. Sakala gemrudug, ana apa? Nanging Warti sing nangis gedebagan ing ranjang njero kamare ora engggal wangsulan ana apa? "Lha pakmu ndi,nDhuk?" ana sing takon marang  Tun,anake Warti sing klas II SMP.
           "Duka. Wau nggih enten,"wangsulane Tun.
           "Aku weruh glibete kang Ji metu liwat lawang mburi. Embuh terus nyang ndi," saweneh wong liyane aweh katrangan.
           "Sambernggelap tenan! mBok ndang ditabrak treg mana! Ben ndang modar!" tembunge Warti umur  50 taun bareng lan tangise  sing ora meneng-meneng.